Untuk menciptakan suatu tim olahraga yang solid, kompak dan dinamis, cukup dibutuhkan satu pelatih yang dapat mencurahkan waku dan kemampuannya tanpa reserve. Namun, adalah sulit untuk meciptakan suatu keluarga yang kompak dan dinamis. Karena di dalam keluarga ada dua pelatih yang terlibat di dalamnya. Akan dibutuhkan komitmen baru yang berbeda sama sekali ketimbang sekedar membangun tim olahraga yang kompak.
Untuk menjadi sepasang teman atau kekasih yang saling menyayangi, mungkin tidak begitu sulit bagi pasangan suami istri. Namun untuk menjadi orangtua yang berhasil, dibutuhkan kemampuan mengatur hubungan kerjasama dan kesetaraan yang kompak, yang kerap sangat sulit dan memerlukan perlakuan khusus. Pasalnya, hadir anak-anak di tengah kehidupan pasangan suami istri.
Pasangan suami istri harus bekerja ekstra berat untuk bisa menjadi orangtua yang kompak. Perbedaan latar belakang dan sifat akan mempengaruhi sikap pasangan suami istri menerapkan pola pengasuhan anak. Masing-masing pasangan akan ‘mengklaim’ pola pengasuhan merekalah yang terbaik.
Perbedaan ini, manakala tidak dikomunikasikan dengan baik, justru akan menimbulkan persoalan serius bagi hubungan suami istri, atau hubungan mereka dengan anak-anak. Apalagi, dewasa ini semakin banyak istri memasuki lapangan kerja, sebagai pencari nafkah utama keluarga atau sekedar mendukung pendapatan suami.
Kondisi ini tentu saja ‘mengharuskan’ kaum suami lebih bijak menerima kondisi tersebut. Bahkan, kalau perlu seorang suami megambil cuti untuk menjaga anak-anak di rumah, masuk dapur dan mesin cuci, ketika istri bepergian ke luar kota untuk urusan kantor. Tentu saja kehidupan seperti ini, di tengah nilai-nilai ketimuran yang mengedepan dengan budaya patriarkhi, bisa melahirkan konflik-konflik terbuka maupun tersembunyi bagi pasangan suami istri.
Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menghadapi persoalan-persoalan akibat adanya ‘perbedaan’ sifat dan peran itu?
Bagaimana pula mereka dapat membangun keluarga yang kompak dan menjadi orangtua sukses”Darlene Powell Hopson Ph.D, dan Derek S Hopson Ph.D, mencoba memberikan resepnya melalui kalimat-kalimat penuh makna dalam buku mereka ‘Menuju Keluarga Kompak: 8 Prinsip Menjadi Orangtua yang Sukses’. Keduanya adalah ahli psikologi klinis yang mengepalai Hopson Center for Psychologycal and Educational Services di Connecticut, AS.
Prinsip I: ‘Berdamai dengan Masa Lalu’.
“Saya merasa damai dan pasrah mengetahui bahwa masa lalu tidak mengontrol saya. Setiap hari saya memiliki kesempatan baru untuk berhubungan dengan penuh cinta dengan anak-anak dan keluyarga saya”.
Prinsip II: ‘Berdamai dengan Pasangan Anda’.
“Saya menerima pasangan saya seperti apa adanya. Kami tidak perlu harus sepenapat agar menjadi tim yang kompak. Saya akan tunjukkan rasaterimakasih saya kepada pasangan saya, dan belajar untuk membina hubungan timbal balik”.
Prinsip III: ‘Komunikasi Dua Arah’.
“Saya akan mengungkapkan perasaan saya secara terbuka, jelas, dan langsung sambil tetap menghormati pasangan saya. Karena saya percaya cara ini mendorong tumbuhnya dialog yang jujur, bermakna, dan positif di dalam keluarga saya”.
Prinsip IV: ‘Akrabi Lingkungan Terdekat Anda’.
“Lingkungan saya memberi dukungan tambahan yang dibutuhkan keluarga saya dalam perjuangan hidup”.
Prinsip V: ‘Arahkan Perilaku Anak Anda’.
“Saya akan bersikap jelas, tegas dan konsisten menyatakan harapan-harapa saya saat mengarahkan perilaku anak-anak. Namun anak-anak tetap merasa memiliki suara dan pilihan”.
Prinsip VI: Memelihara Hubungan Persaudaraan’.
“Saya akan mencintai semua anak saya sebagai inividu, dan saya akan meluangkan waktu untuk mengatakan kepada mereka bahwa saya menghargai minat mereka”.
Prinsip VII: ‘Pengaruh Teman Sebaya’.
“Meluangkan waktu untuk mengenal teman anak-anak saya merupakan hal penting bagi saya. Dan saya akan mningkatkan hubungan saya dengan anak-anak”.
Prinsip VIII: ‘Waktu untuk Spiritualitas dan Kegembiraan’.
“Saya akan meluangkan waktu setiap hari untuk kegembiraan, melalui senyuman, gelitikan, spiritualitas yang akan memupuk cinta kami”.
Delapan prinsip yang dikemukakan dua pakar psikologi klinis itu tentu saja menjadi salat satu dasar membangun ketahanan keluarga. Bila ketahanan dalam keluarga bisa dibangun demikian solid, niscaya keluarga bersangkutan akan dengan lebih mudah menciptakan keluarga sejahtera dan berkualitas. (sara)
Sumber : http://www.bkkbn.go.id
DELAPAN PRINSIP PRAKTIS MENJADI ORANGTUA SUKSES
12 Desember 2007Patriotisme (Sumpah Pemuda) di Negeri Orang
28 Oktober 2007“Patriotisme Merah Putih” adalah kecintaan yang lahir dalam hati seseorang dengan tulus. Kecintaan itu tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu karena itu adalah “rasa” dan “panggilan nurani”. Semangat itu seharusnya tertanam dalam darah seorang warga mengaku darahnya “merah-putih”, apatalagi jika dikaitkan dengan hari-hari besar Indonesia.
Apakah anda seorang Pemuda?
Jawab seorang kawan : umurku sdh 45 tahun, masih pemuda atau tidak?
Umur boleh tua, tetapi semangat tetapi muda.
Ketika kami mau mengikuti upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007 di KJRI Johor Baru Malaysia. Seorang kawan lagi berkata, InsyAllah saya bisa membedakan antara sunnah dan wajib. Dan kebetulan beliau tidak ikut upacara, apakah dalam konteks ini mengerjakan tugas kulia itu wajib, sedang ikut upacara itu sunnah. Saya tidak tahu, atau jangan2 justru tidak hubungannya.
Coba kita cermati Teks Sumpah Pemuda :
PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Jika seandainya hal tidak terjadi 79 tahun yang lalu, kira2 apa yang mempersatukan nusantara ini ?
Anda yang tahu jawabannya …
Menjadi tugas kita semua untuk menjaga dan meningkatkan semangat juang, integritas bangsa
Foto Konjen RI bersama home staf
Mahasiswa UM-UTHM
SATU NUSA SATU BANGSA
Written by :W.R. Supratman
Satu Nusa satu Bangsa
Satu Bahasa kita
Tanah air pasti jaya
Untuk s’lama lamanya
Indonesia pusaka
Indonesia tercinta
Nusa bangsa dan bahasa
Kita bela bersama
Halal Bi Halal dgn Segenap Civitas Akademik UTHM
26 Oktober 2007Hari Raya Idul Fitri 1428H sdh berlalu beberapa hari, namun suasananya masih terasa. Kampus UTHM secara khusus melaksanakan “Mesyuara Idul Fitri” (Halal bi Halal) untuk seluruh civitas akademiknya. Acaranya ramai dihadiri oleh Rektor beserta Timbalannya (Purek), Dekan2, Segenap pimpinan dan staff serta mahasiswa.
Secara khusus kami di undang dan didudukkan pada kursi paling depan sejejer dgn ketua2 jurusan, dan saat jamuan kami ditempatkan di VIP. Seperti itulah sebagian perlakuan UTHM kepada kami sebagia mahasiswanya (tamu kali..ya)
Foto diatas adalah rektor, dan purek, serta kepala pemerintahan daerah setempat
Rektor + Kepala Pemerintah daerah setempat (mbahnya dari Ponorogo), berpose dengan kami
Dengan sangat rendah hati pak Rektor berfoto dengan mahasiswa semester 1 yg juga acara tersebut
Kami bersama beberapa mahasiswa UTHM setelah menyelesaikan hidangan yang disiapkan panitia


Tenda2 yang berisi beraneka ragam makanan dan minuman
Prof. Jalani (Dekan FPTeK), menyapa dan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada mahasiswa Indonesia sekaligus menyampaikan bahwa tanggal 10 Nopember nanti ada acara yg sama khusus di Fakultas Pendidikan Teknik
Akhir Liburan Nonton MotoGP di Sirkuit Sepang Malaysia
22 Oktober 2007Alhamdulillahirrabbilalamin, tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa saya bisa menyaksikan langsung balapan MotoGP. Ternyata tahun ini saya diberi kesempatan nonton di Sirkuit Sepang pada liburan Hari Raya Idul Fitri 1428 H saat akhir liburan dari kampus UTHM. Thanks ya Allah…..
Selain menyaksikan jalannya balapan juga cuci mata melihat begitu banyak Moge
Liburan ke Singapore : Changi, Cityhall, Harbourfront, Esplanade Theater, dll
16 Oktober 2007Terminal keberangkatan Changi Airport
Informasi penerbangan Changi Airport yang dapat di temui setelah turun dari kereta api (MRT) di station Changi
Skalator menuju ke terminal keberangkatan Changi Airport
Mall Citylink dapat kita temui pada turun dari MRT Interchange City Hall Station, pada station tersebut memungkinkan pengujung menuju Raffless Hill, Esplanade Theater dll dengan berjalan kaki karena jaraknya cukup dekat dan semua ruangan yang lewati ber-AC
Ditulis oleh r4fie
Ditulis oleh r4fie 
Ditulis oleh r4fie 





