Huuu…Aurel Tidak Sayang Kakak!!!

17 Januari 2009

Kemarin, usia Aurel tepat 2 bulan. Sekarang dia mulai berbunyi. Lucu…dan membuat ngantuk. Kenaffaaa??? Karena hasrat ngobrolnya seringkali muncul jam 1 pagi, bersamaan dengan jadwal minum susunya. Kalau sudah terlanjur ngoceh, dia tahan berbunyi sampai jam 3 pagi. Senang saja melihat mulutnya mengerucut dan tertawa sambil mencoba mengeluarkan suara-suara tidak jelas… “Aaaa….Uuuuu…Auuuuu…gaa…..Ummmm….” seolah-olah setiap kita bertanya, dia menjawab.
aurelia rafieaurelia rafie 1aurelia rafie 2aurelia rafie 3
Yang heboh tentu saja si Kakak Salwa! Suatu hari dia nangis karena pertanyaannya tidak dijawab oleh Aurel. Dia bertanya…”Aurel sayang Mama???” lalu Aurel menggumam “Ummm…” sambil tersenyum. Giliran Salwa bertanya lagi, “Aurel sayang kakak??”, dan Aurel diam saja. Ditanya berkali-kali tapi Aurel malah sibuk mengenyot dot. Dan terjadilah hal yang tidak diinginkan. Salwa menangis dengan sedihnya…. “Huuuu…huuuu…Adik tidak sayang sama kakak, Ma!!” Untung setelah dijelaskan dengan susah payah, akhirnya Salwa bisa terima juga. Uffhhhh…. :-)


Ngapain Di Hari Minggu????

24 Februari 2008
Hari Minggu telah tiba…………!!!
Hari libur begini biasanya kami sekeluarga pakai untuk refreshing setelah 5 hari berkutat dengan rutinitas masing-masing. Like this Sunday. Walopun starting agak telat, soalnya pagi-pagi masih harus nyuci (wadaow…ini ibu rumah tangga bangets!), masak, ngurusin Salwa dan bokapnya..Akhirnya jam 10 pagi bisa juga dimulai kegiatan keluar rumahnya.
Rute pertama rencananya mau ke public library di Ijen buat ngembaliin buku yang sudah telat sehari dari deadline. Tapi ternyata harus tertunda dulu karena Salwa keburu nangis minta jalan-jalan ke Arjosari menemui tetangga lamanya -namanya Rofiq- di kontrakan dulu. Demi cinta pada anak satu-satunya (cie…) kami pun memenuhi keinginannya dan meluncur dengan sepeda motor ke Arjosari. Ternyata, sampe sana…makhluk bernama Rofiq itu tidak ada di tempat. Biasalah, anak laki-laki kalo ada libur sebentar pasti menghilang memuaskan nafsu bermainnya yang tertunda selama berhari-hari karena jadwal sekolah yang lumayan padat. Karena tidak kesampaian bertemu sahabatnya, Salwa mengawali perjalanan dengan agak lesu dan diam sepanjang perjalanan. Biasanya dalam perjalanan sesingkat apa pun, dia menjelma menjadi makhluk paling cerewet yang pernah diciptakan Tuhan di dunia ini. Kami pun melanjutkan rencana awal, menuju public library.
Syukurlah ketika sampai di perpustakaan, Salwa ceria lagi. Berada di tengah aneka buku (yang kadang membuatnya bingung untuk menentukan pilihan mau pinjam judul A atau judul B) membuatnya melupakan kekecewaannya tadi. Salwa pun pinjam buku seri Franklin, dan dua buah buku seri Mio Balita. Lalu dia menemani saya ke lantai 2, ke ruang baca dewasa untuk mengembalikan uku yang saya pinjam. Oh ya..hampir lupa……hari ini kami didenda Rp. 3000,- karena telat mengembalikan buku 1 hari (ini bukan contoh yang baik ya…!)…… Setelah urusan mengembalikan buku dan meminjam buku selesai, kami melanjutkan perjalanan untuk cari tempat mengisi perut. Sebetulnya di depan perpustakaan hari ini terpasang sebuah spanduk menarik tentang talkshow yang diadakan oleh Indosat yang menghadirkan Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon sebagai pembicaranya. Maunya ikut talkshow….apalagi ada nama Kang Abik yang belakangan ngetop dengan Ayat-Ayat Cinta-nya. Tapi ternyata registrasinya menggunakan simcard Indosat. Sayang sekali, kami bukan (lagi) pengguna Indosat. :-(
Akhirnya perjalanan mencari tempat mengisi perut berhenti di Jl. Blitar, sebuah tempat sederhana yang menjual orem-orem dan selalu ramai oleh pengunjung. Setelah mengisi perut sambil sesekali menyuapkan juga makanan ke mulut mungilnya si Salwa yang cerewet minta makan sambil dibacakan buku-buku pinjamannya (yang karena kelamaan makan, walhasil hari ini ketiga buku itu sudah tamat!!) lalu kami mampir sebentar shalat Dhuhur di masjid dekat warung orem-orem dan perjalanan pun berlanjut ke Malang Town Square (Matos). Ini adalah salah satu tempat tujuan favorit Salwa. Baru menginjak lantai dasar Matos, dia sudah sibuk menagih janji diajak main game ke Timezone, ke Kiddy playground dan beberapa tempat lagi yang sebetulnya tidak pernah kami janjikan. Anak zaman sekarang, semakin tau memanfaatkan kesempatan kalo ketemu situasi dan kondisi yang tepat!!
Karena sudah direncanakan dari awal kalo perjalanan kami hari ini berakhir di Matos, makanya laptop ikut dibawa upaya bisa nge-net gratis. Ada hotspot di Telkom Cafe yang bisa dimanfaatkan gratis (asal rela antri he he……..). Jadilah saya terdampar disini menghadapi monitor, sementara Salwa entah kemana diajak bermain bersama Etta-nya.
Nge-net disini lumayanlaaahh…maksudnya lumayan karena gratis! Masalah kecepatan koneksi, jangan dijadikan topik! Namanya gratisan, minta yang cepat pula. Kemaruk amat jadi orang….Jadi saya harus bersyukur, karena bisa pake gratis walopun harus mengelus dada karena koneksi yang lumayan slow ditambah beberapa desibel suara bising yang timbul akibat perpaduan suara musik beberapa outlet mall dan suara pengunjung…cukuplah sebagai penghibur di hari Minggu. Refreshing?? Jelas tidak…..Pulang dari sini masih banyak kerjaan rumah tangga yang menanti. Hiks……Tapi lumayanlah…sudah cuci mata dikit menikmati pemandangan selain tembok rumah sendiri. Dan lumayanlah, hari ini i sela kesabaran saya menanti terbukanya salah satu situs tujuan, saya masih bisa menulis di blog ini. Daripada bengong……………… :-D
Oh….I love Sunday……….!!!!!!!

No Gain Without Pain….

23 Februari 2008
Many things had happen beberapa waktu ini….
Terutama dengan Salwa. Ufffhhh…kaya’nya dia lagi dalam masa ujicoba deh…
Entah berapa minggu yang lalu jari telunjuk, tengah dan jempolnya tersiram air panas yang mengakibatkan tangannya melepuh selama beberapa lama. Aduh, kecian deh dia. Untungnya waktu itu yang kena adalah tangan kiri, jadi minimalnya dia masih bisa menulis dan menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.
Lalu…….kemaren tepatnya hari Jum’at 15 Februari malam ada lagi kejadian dengan tangannya. Ceritanya, malam itu Etta-nya mau ke rumah Pak Djoko menyelesaikan sebuah urusan jadi saya membuka pintu pagar samping. Salwa waktu itu sudah merengek-rengek minta ikut, tapi berhubung udara malam itu dingin (dan saya malas keluar malam-malam lagi…) jadi rengekannya ditolak. Dia kemudian minta naik motor saja sampe depan pagar. Setahu saya, dia sudah ada di atas kendaraan karena suaranya tidak terdengar lagi, taunya ketika pagar saya buka, terdengarlah jeritannya melengking memecah malam…. (wuih..mendramatisir banget nih!)….
Ternyata……..dia berdiri di belakang saya dan tangan kanannya ditaruh di dekat pagar. Setelah dicek, ternyata jari kelingkingnya yang kali ini kena apes. Saya tidak berani melihat jarinya, ditambah mendengar tangisannya…Kasian banget…. Untunglah ternyata jarinya (yang waktu itu saya duga patah..) cuman bengkak. Tapi itu pun untuk ukuran anak umur 5 tahun tentunya sangat menyakitkan!!!! Kukunya menghitam, jarinya bengkak… Tentu saja dia menangis… Tapi setelah dihibur, dia mau juga diam. Ada triknya untuk mendiamkan Salwa malam itu….
Mama : Kalo kamu nangis terus, tangannya ga bakalan sembuh lho
Salwa : Iya Ma??
Mama : Bener!!
Salwa : Trus bagaimana supaya tangannya cepet sembuh?
Mama : Diajak nyanyi saja biar tangannya ga sedih…
Salwa : Nyanyi apa ya, Ma?
Mama : Apa saja yang penting gembira, oke?
Dan Salwa pun bernyanyi Kasih Ibu, Lagu Gembira, Waktu Ku Kecil dan beberapa lagu anak-anak lainnya.
Sangat mengharukan melihatnya mengerjakan PR menulis dari sekolahnya. Untuk menulis, dia minta saya membantunya menegakkan pensil kemudian dia menggerakkannya sesuai huruf yang dicontohkan. Menurut laporan gurunya, selama 2 hari Salwa memakai tangan kiri untuk menulis di sekolah. Dan pada hari Minggu, dia ikut lomba mewarnai (walopun tidak menang he he…) di sebuah TK tetangga, dia juga masih menggunakan tangan kiri unuk memegang krayon. Hu hu….begitu berat perjuanganmu, Nak…Dasar anak-anak, saat susah pun mereka bisa mendapati sesuatu yang positif untuk dijadikan kebanggaan…Dan kebanggaan Salwa dari kejadian itu katanya sih karena sekarang dia jadi bisa menulis dengan tangan kiri juga. Aya-aya wae…
No gain without pain, kata orang-orang. Mudah-mudahan setelah melalui rasa sakit ini, Salwa bisa belajar untuk lebih berhati-hati. Saya juga belajar untuk melihat kondisi sebelum mengerjakan sesuatu agar tidak ada lagi yang terluka. Belajar dari pengalaman memang baik. Tapi kan tidak harus selalu mengalami sendiri. Mungkin lebih enak jika belajar dari pengalaman orang lain… sakitnya tidak terasa tapi hikmahnya dapat…he he he…..

Salwa Rindu Sama Etta………

11 Februari 2008
Hari Jum’at tanggal 8 Februari jam 4 sore, Etta (begitulah Salwa memanggil ayahnya) berangkat ke Cirebon dan rencananya bakalan selama 3 malam. Salwa waktu itu masih bobo siang jadi tidak tau kalau dia ditinggal pergi.
Begitu bangun sore harinya, dia bertanya:

Salwa : Mana Etta Ma??
Mama : Ke Cirebon
Salwa : Cirebon mana?
Mama : Jawa Barat
Salwa : Lama ga ya Etta disana?
Mama : Ga lama, cuman 3 hari

Begitulah, dia melakukan rutinitasnya kembali seperti mandi sore, makan, minum susu dan nonton. Malam itu ketika mau tidur, dia minta dibacakan buku seri Mio Balita seperti biasa. Dia minta ditemani bobo di kamarnya sama Mama.
Besok paginya ketika bangun dan siap-siap untuk untuk sekolah, kembali dia mencari Etta-nya. Dan sudah mulai keliatan tanda-tanda ngambek….

Salwa : Etta belum pulang ya?
Mama : Belum, Sayang
Salwa : Kok lama sih?
Mama : Minggu sore baru selesai acaranya
Salwa : Terus aku diantar sekolah sama siapa??
Mama : Sama Mama saja, naik angkutan ya
Salwa : Kok sama Mama….!!!????!! Aku mau sama ETTAAA…!!! Biasanya kan diantar Etta…
Mama : Ga bisa, Etta lagi pergi. Nanti pulangnya kita ke library Trus kita belanja yuk ke toko. Salwa mau??
Salwa : Ehmm….Iya. Mau…

Akhirnya dia terbujuk juga mendengar kata “library” dan “belanja”. Setiap Sabtu memang Salwa ke perpustakaan kota di Jl. Ijen. Dia senang berada di antara buku-buku dan udah mulai memilih sendiri jenis buku yang mau dia pinjam. Sejak playgroup, dia sudah menjadi member di perpustakaan. Mudah-mudahan dengan jalan ini dia bisa mencintai buku sejak dini, begitu harapan Mama dan Etta-nya…Salwa memang sejenak lupa tentang kepergian Etta-nya selama di perpustakaan dan selama waktu berbelanja beberapa keperluan rumah tangga di toko. Dia bahkan minta dibelikan 3 pasang kaos kaki sewaktu turun dari pertokoan.

Mama : Salwa minta apa?
Salwa : Kaos kaki saja. Punyaku kan sudah jelek-jelek kan, Ma?
Mama : Iya. Boleh, ambil saja. Tapi yang warnanya agak gelap ya…
Salwa : (cemberut…….)
Mama : Lho,kok belum milih sih? Ayo cepetan, ini udah mo hujan lho!
Salwa : …………………… (masih mematung)
Mama : Salwa kenapa? Ini lho, ada yang coklat dan biru kan bagus (Mama ngasih 2 pasang kaos kaki)
Salwa : Ga mau !!!!
Mama : Salwa mau yang warna apa? Pink ya???
Salwa : Iya. Boleh Ma?
Mama : Ya sudah……….

Olala….rencananya beliin dia kaos kaki baru yang warnanya gelap supaya tidak susah saat mencuci…Soalnya kaos kakinya kebanyakan pink dan berwarna cerah, sudah gitu dipake jalan-jalan kemana-mana, tidak perduli apakah tempatnya bersih atau becek… Cape deeehhh! Akhirnya hari itu Salwa membawa pulang 3 pasang kaos kaki hasil sortirannya sendir : pink bergaris, hijau tua bergaris biru dan krem yang bertaburan gambar love berwarna-warni. Cantik sih……..tapi ya itu…kalo tiba waktunya mencuci bisa bikin stres nguceknya!!! :-(

Sampai di rumah keadaan baik-baik saja. Salwa masih riang karena mencoba kaos kaki baru. Tapi malamnya sebelum tidur, rewelnya mulai lagi deh!

Salwa : Etta kenapa belum datang??
Mama : Kan ini masih hari Sabtu. Pulangnya besok.
Salwa : Kita ga jalan-jalan malam ini?
(Salwa suka jalan-jalan malam minggu, makan di luar sambil menonton live band)


Mama : Tidak. Lagian itu anginnya kencang..,Panggung di Araya bisa terbang lho…
Salwa : Tapi aku mau ketemu Etta..
Mama : Sabar ya, kalo Etta pulang kita jalan-jalan lagi
Salwa : Aku mau Etta sekarang!!!

Tiba-tiba hape berbunyi……..Ternyata Etta dan Salwa langsung melonjak-lonjak senang

Mama : Ini ada telpon dari Etta
Salwa : Mau bicara…. (sambil merebut hp) Etta…aku sudah mau bobo lho..
Etta : Kok cepet bobonya?
Salwa : Iya, tadi tidak bobo siang, abis jalan-jalan sama Mama dan beli kaos kaki
Etta : Bagus ya kaos kakinya?
Salwa : Iya, ada gambar love-nya
Etta : Yo wis, Salwa bobo ya..
Salwa : Kapan Etta pulang?
Etta : Besok sore ya
Salwa : Sekaraaaaanggggg… (mulai ambil ancang-ancang nangis..)
Etta : Salwa yang sabar ya, besok Etta pulang
Salwa : Ga mauuuu….aku mau Etta sekarang huhu hu hu hu…..

Dan Salwa pun menangis, dibujuk-bujuk tetap menangis. Akhirnya Mama menyerah dan memilih keluar kamar untuk wudhu dan shalat Isya. Eh, begitu balik ke kamar, ternyata Salwa sudah tertidur. Dia ngantuk dan kecapean rupanya.
Besoknya siang-siang saat menemani Mama menyeterika, Salwa mengambil setumpuk album foto dari lemari. Ternyata Salwa melihat-lihat kumpulan foto Etta-nya. “Ini Etta..ini juga…Etta..Etta….Lho, Etta mana…Oh ini…Kok yang ini kecil…..Eh…patung Marlion…..Ini dimana ya……..Etta sama siapa foto ini…” Itulah gumaman yang keluar dari bibir mungilnya. Mama mendengarnya sambil tersenyum sembunyi-sembunyi. Soalnya kalo Salwa tahu dia diketawain, dia bisa ngamuk!! Kegiatan melihat foto itu bertahan sampai malam hari. Malah dia membawa satu album foto yang paling tebal sebagai bekalnya kemana-mana hari itu.

Sore hari sehabis mandi, dia berdiri di depan white board di ruang TV, sambil membawa spidol merah dan hitam. Hobi Salwa adalah menggambar. Tapi sore itu dia tidak menggambar, hanya berdiri di depan white board. Tiba-tiba……..

Salwa : Aku mau bikin surprise untuk Etta
Mama : Iya, Salwa menggambar saja untuk Etta
Salwa : Bukan gambar, aku mau nulis
Mama : Nulis apa?
Salwa : Selamat Datang…
Mama : Oh…iya, boleh…
Salwa : Itu ide yang bagus kan??
Mama : (rasanya mo meledak ketawa dengar itu….) Iya……..tapi nulisnya agak besar ya.
Salwa : Ayo…Mama bantu sebutkan huruf-hurufnya untuk aku yuk….
(Mama membantu mendikte huruf SELAMAT DATANG ETTA untuk dituliskan di papan)
Salwa : Aku mau tulis dari Salwa ya…kukasih garis dulu disini biar ga dempet tulisannya
(Salwa pun membuat garis dibawah tulisan SELAMAT DATANG ETTA yang telah dibuatnya
Lalu dia menuliskan dari Salwa….)
Salwa : Bagus ga, Ma?
Mama : Iya, bagus
Salwa : Aku mau gambar love ya untuk Etta
Mama : Iya,boleh
(Salwa mulai mebuat garis lengkung untuk membuat bentuk hati)
Salwa : Sudah selesai……….!
Mama : Salwa mau lebih bagus?
Salwa : Ya, mau! Caranya?
Mama : Tulis huruf I di sini dan U disana
(Salwa mengikuti saran itu.)
Salwa : Sudah tambah bagus ya?
Mama : Iya
Salwa : Itu bacanya gimana?
Mama : Itu bacanya I LOVE YOU
(Salwa manggut-manggut tapi dia bicara pada diri sendiri “Kok pendek sekali ya I LOVE YOU nya…???”)

Lalu ketika tiba giliran Mama mandi sore, Salwa mengetuk pintu kamar mandi

Salwa : Mama, aku mau tanya sesuatu
Mama : Tanya apa? Mama lagi mandi nih…
Salwa : Cuman mau tanya Etta sudah pulang apa belum? Ini kan sudah sore
Mama : Iya Etta sudah dalam perjalanan dari Cirebon. Sekarang lagi di bis
Salwa : Kok jauh amat Etta pipis??
Mama : Haaaaaaaahhhhh?? (Membuka pintu kamar mandi) Salwa bilang apa?
Salwa : Aku bilang kok Etta pipis jauh sekali
Mama : (ketawa) BUkan pipis. Etta sekarang sudah di bis….gitu
Salwa : Oh…kirain pipis…Yo wis Mama mandi lagi saja

Malam itu Salwa tidak terlalu rewel lagi karena sehabis maghrib dia menerima telpon dari Etta yang menjelaskan kalo sekarang dia sudah di perjalanan menuju Jawa Timur. Dia tertidur di kamar Mama sambil memeluk album foto tebal berisi foto Etta-nya. Mungkin dia bermimpi ketemu Etta ya? Yang jelas ketika pagi datang, dia cuman bilang “Salwa rindu sama Etta..”

Ochhkkkk..mungkin anak itu takut ditinggal lagi seperti ketika ditinggalkan selama 4 bulan kuliah di Malaysia……Kasian..anakku!!!

(Ketika tengah menuliskan ini Etta menelpon sudah sampai di rumah dan berjanji akan jemput Salwa di sekolah…Surprise…….Salwa pasti akan senang…)



Growing Up My Daugther

25 Agustus 2007