Musuh Utama Anda adalah Diri Anda Sendiri

28 April 2008

Hari ini 26 April 2008, kami (60 orang) pendamping ICT Biro BPKLN Depdiknas setelah selesai mengikuti evaluasi kegiatan 2 bulan terakhir di Hotel Pitagiri Jakarta. Selanjut sekitar menuju suatu tempat yang mungkin sebagian orang belum familiar.  Tempat itu bernama SEAMOLEC (Southes Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center) yang terletak di Pondok Cabe Jakarta (www.seamolec.org).

Gedungnya tidak terlalu besar, tapi kelihatannya suasananya sangat nyaman… itu dapat dilihat penataan ruang, mess nya lux, dikantor setiap lantai terdapat ruang shalat. Apalagi karyawannya sangat ramah menyambut rombongan kami.

Terus apa hubungannya dengan judul “Musuh Utama Anda adalah Diri Anda Sendiri”….:) iya..ya

Kehadiran tim 60 di SEAMOLEC adalah untuk mengikuti Workshop Persiapan Sinergi SEA-Edunet-SEAMOLEC Mitra 500. Sambutan pertama dilakukan oleh pak Gatot (Direktur SEAMOLEC) kemudian tersebut dibuka Oleh Bapak Indrajati (Mantan Dirjen Dikdasmen).  Pada kesempatan yang singkat itu, beliau memberikan pandangan dan memberikan “Suntikan Semangat” yang luar biasa.

Apanya yang luar biasa…, silahkan maknai kalimat dibawah ini :

Suatu negara akan maju dan makmur jika masyarakatnya “berdaya”

Masyarakat jika pendidikannya baik, maju dan terkelolah dengan baik.

Pendidikan yang baik tidak selamanya harus mahal

Tetapi pendidikan yang baik adalah pendidikan murah (terjangkau) tetapi berkualitas.

Pendidikan yang murah dan berkualitas itu bisa diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang

Pertanyaan muncul bagaimana mungkin pendidikan murah dan berkualitas berkualitas itu bisa terwujud jika lembaganya belum siap dan belum memiliki perangkat teknologi yang dibutuhkan. Dan mungkin yang lebih berat lagi “SDM nya” belum siap :(

Pesimis…. &Pesimis…..
Oh….tidak…., tidak ada kata tidak bisa, jika kita mau berusaha, semua pasti bisa…. pasti ada jalannya.

Tergantung kita mau berusaha atau tidak, dan seberapa besar usaha yang bisa kita lakukan

Bagaimana dengan sistem [aturan/birokrasi] yang berlaku pada suatu lembaga. Pilihannya adalah mereka mau berubah atau digilas oleh perubahan.

Keinginan dan kemaun itu ada pada setiap individu, sehingga sebagian keberhasilan setiap individu ditentukan oleh keberhasilan mengatur “EGO”nya


Perjalanan ke PITA GIRI 24-26 April 2008

25 April 2008

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di PitaGiri.

Itulah kalimat yang terucap dari bibir ini setelah mengalami penantian panjang, kami bertiga (Rafie, pak Hary Suswanto, pak Eko Subiyantoro) berangkat lewat Bandara Abdurahman Saleh Malang dengan pesawat Sriwijaya Airlines. Menurut jadwal pesawat ditiket jam 14.55 berangkat dari Malang, diperkirakan tiba di Jakarta sekitar 15.55 WIB. Ternyata pesawat delay sampai 17.30 karena alasan teknis…..

Cuapekkk deeh….. nunggunya. Kebetulan pada saat yang sama Kepala Pusat VEDC Malang (Dr.Imam Sutadji) dan Kasubsi Kerumah Tanggaan VEDC (pak Kasiman) juga mau ke Jakarta (Rapat Kerja), artinya beliau juga ikut menikmati :( keterlambatan itu. Karena kelamaan nunggunya, maka kami jalan-jalan ke Kota Malang makan Bakso Cak Man.  Setelah itu kami kembali ke airpot ternyata delay nya diperpanjang sampai 17.50 WIB.

Ya apa boleh buat…nunggu ajalah, yang penting bisa berangkat dan selamat sampai tujuan. Setelah pukul 18.00 WIB akhirnya pesawatnya datang juga, dan 30 menit kemudian pesawatnya terbang dan tiba di Jakarta satu jam berikutnya. Perjalanan yang “asik” belum berhenti sampai disitu, ternyata taxi yang dipakai dari Cengkareng ke Pita Giri ngeeeeebut…. tidak karu2an.  

Walaupun demikian akhirnya sampai juga di Pitagiri dengan selamat, walaupun agak terlambat dan acara pembukaan sudah hampir selesai. Kegiatan di Pita Giri adalah Evaluasi Pendamping ICT Biro PKLN Depdiknas yang berlangsung pada tanggal 24-26 April 2008

Semoga kegiatan… ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat luas..


Apa akibatnya :)) kalau pak Gatot HP jadi Menteri Pendidikan?

22 April 2008

Apa akibatnya :) ) kalau pak Gatot HP jadi Menteri Pendidikan?

1. Semakin banyak RAKYAT INDONESIA yang bisa sekolah GRATIS baik didalam dan luar negeri.

 Buktinya :
 
- Beliau jadi Direktur Dikmenjur siswa dan guru yang berprestasi misalnya di LKS, ASEAN SKILL, dll langsung disekolahkan
- Apalagi ketika beliau di BPKLN Depdiknas, semakin banyak pula beasiswa yang bisa dimanfaatkan oleh RAKYAT INDONESIA (baca : beasiswa Unggulan)

2. Biaya Pendidikan semakin murah

Terbukti dengan banyaknya program pendidikan baik formal dan nonformal yang beliau kerjakan dengan biaya biaya murah.
- Model Pendidikan SemiJarak Jauh (PJJ), saya katakan semi PJJ karena masih ada kelas tatap muka (MRIT, D3TKJ). Walaupun dalam perjalanan banyak benturan. Mungkin sebagian petinggi dinegara ini belum sanggup menerima perubahan sebagai akibat perkembangan teknologi informasi
- Training singkat yang dilaksanakan oleh ICT di daerah2 dengan melibatkan hampir seluruh komponen pendidikan dilingkungan sekolah (salah satunya PELATIHAN JARDIKNAS 07, Training KKPI, dll)

Model pendidikan diatas tidak mengenal “UANG SUMBANGAN GEDUNG, ATAU SUMBANGAN SUKARELA” dan sejenisnya

3. Jalur Birokrasi semakin singkat.

Beliau memakai “BAJU SUTERA” dan bukan baju yang terbuat dari “BAJA”. Sehingga bisa dipastikan bahwa setiap orang bisa menyentuhnya, dan kalau disentuh tangan Anda akan baik-baik saja, alias tidak terbakar atau kesakitan.
Beliau sangat merakyat, beliau punya kelebihan yang luar biasa “SANGGUP MENERIMA SARAN” dari semua lapisan. Milis ini adalah salah satu saksi, bagaimana beliau merespon orang yang memuji, marah2, terhadap program2 yang ada.

Ada dua hal yang paling penting diingat bahwa
- jauh sebelum ‘ORANG NO 1′ di negeri ini menerapkan “SMS TERBUKA”, Direktur DIKMENJUR sudah melakukan hal itu sebagai jalur koordinasi & komunikasi dengan komunitas Kejuruan.
- penggunaan Email sebagai saluran informasi resmi (Undangan boleh lewat email)

4. Semua akan berbau TI

Disekeliling kita akan ber hotspot, Kartu Pelajar/Mahasiswa berRFID, absen Online, 75% belajarnya di dunia maya….. everything lah base on IT.

5. Anda semakin tidak bisa TIDUR

Kecepatan berpikir beliau jauh lebih cepat ketimbang kecepatan kita menuju tempat TIDUR.. :)

Mohon maaf pak GHP kalau ada yang salah, saya menuliskan apa yang ada dikepalaku ketika membaca posting kawan2 tentang Gimana Kalo P. Gatot HP jd Menteri Pendidikan … di milis dikmenjur


Nilai UTS Kelas 2-1 D3TKJ Angkt 2

21 April 2008

Berikut daftar nilai UTS Kelas 2-1 D3TKJ Angkt 2

Mata Kuliah Sistem Operasi

1    Abd. Wahid Ghafur          85
2    Agus Subekti                  75
3    Ainul Yaqin                     70
4    Alim Rahmawati              90
5    Andriyansyah                   0
6    Angga Hernawan             87
7    Belinda Vergintina           89
8    Budi Sugianto                  0
9    Deddy Iskandar               96
10  Devia Sukmawati             85
11  Dewi Wulandari               98
12  Endang Tri Wahyuni        90
13  Fahrijal Dwi Wahyu         70
14  Faradina Sari                  83
15  Ferus Maidi                    75
16  Fita Fatimah                   90
17  Hadiyatul Andriani         75
18  Ika Apritasari                 95
19  Issabaela Puspitosari     85
20  Muhammad Muchson     85
21  Retno Wulandari             88
22  Sandi Purnanto               80
23  Siti Zaenap                     92
24  Sugeng Ariyadi               83
25  Tony Herianto                0
26  Widodo                           82


Nilai UTS Kelas 2-3 D3TKJ Angkt 2

21 April 2008

Berikut daftar nilai UTS Kelas 2-3 D3TKJ Angkt 2

Mata Kuliah Sistem Operasi

1.  Abdul Hakim                   90
2.  Akhmad Saifuddin Zuhri  91
3.  Andini Febrianti               90
4.  Bachrullah                        90
5.  David Fakhrudin               87
6.  Dwi Angger Rustanto       85
7.  Gigih Prayoga Kusnawan  88
8.  Gunawan Septiyanto        88
9.  Kukoh Anggun Prasetia   96
10. M. Affifuddin                  90
11. Moch. Cholil                   90
12. Moch. Pauji Yasin           89
13. Moch. Syamsul A            85
14. Mutarib                           87
15. Nico Fifanta                    94
16. Nor Fandi Ahmad Muda  90
17. Nurlaila Hidayati             85
18. Nuruddin                         75
19. Nurul Lailatus Siam         94
20. Rahmad Saleh                  80
21. Reni Ratnawati                92
22. Satria Marta Priadi           85
23. Septian Susanto              75
24. Singgih Rizqi D               0
25. Slamet Mujiono              87
26. Vita Retno Indarti           93