"Saya Tidak Tahu…."

29 Januari 2008
“Awal dari pengetahuan adalah ketidaktahuan… “
– AnonimIni adalah sepenggal kisah yang terjadi beberapa waktu lalu. Ceritanya, seorang kawan hendak berkunjung ke kantor saya. Hanya berbekal alamat yang saya kirimkan melalui pesan singkat di ponselnya, dia pun berangkat menemui saya.

Ketika sudah berputar-putar beberapa kali dan tidak menemukan alamat yang dicari. Dan, alamak, pulsa di ponselnya pun sudah tinggal sedikit. Tak bisa menghubungi saya. Alhasil, jalan lain ditempuhnya. Dia bertanya pada orang di jalan. Rupanya, teman saya ini penganut peribahasa yang sudah lawas sekali: malu bertanya sesat di jalan….

Dia pun mencoba bertanya kepada orang sekitar. Seorang pria tua yang menjadi sasarannya. Dia mungkin berpikir, si bapak adalah orang yang tepercaya dan dengan usianya yang sudah lanjut, tiadalah mungkin dia berdusta. Dengan santun, sang teman bertanya pada si bapak tentang alamat yang dituju? Mau tahu jawabannya. Dengan lebih santun lagi, bapak itu menjawab, “Maaf, saya baru di sini satu bulan.”

Teman saya tadinya agak sedikit bingung dengan jawaban itu, ia pun menanyakan maksud lebih jauh tentang jawaban si bapak tersebut. Sekali lagi dia menjawab serupa dengan yang sebelumnya. Namun kali ini ada anak kalimatnya, “saya baru di sini satu bulan, belum hafal nama-nama jalan daerah di sini.” Voila, rupanya itu yang di maksud si bapak. Teman saya pun baru mengerti dan masuk kembali ke dalam

mobilnya setelah mengucapkan terima kasih.

Tak ada yang keliru dengan jawaban si bapak tersebut. Sang bapak adalah penganut adat Timur yang masih kental. Jawaban seperti itu, biasa kita dengarkan, apalagi di daerah. Walau sebenarnya, bapak tersebut cukup mengatakan secara sederhana dengan permohonan maaf, “saya tidak tahu.” Tapi, lain ladang lain belalang, lain orang lain pula isi kepalanya. Nah, si bapak itu sepertinya tengah menjaga sopan santunnya.

Namun kalau kita telaah lagi, sebenarnya bukan hanya si bapak yang berlaku seperti itu. Tanpa kita sadari, kadang kita diberi suatu pertanyaan, baik oleh atasan, teman sekerja, bawahan, atau bahkan kolega dan sejawat kita yang sebenarnya kita tidak tahu akan isi jawaban pertanyaan tersebut. Kita sering lupa bahwa jawaban paling cerdas dari suatu pertanyaan adalah “saya tidak tahu”. Untuk menjadi pandai, kita tidak harus mengetahui semua jawaban. Diperlukan tingkat keberanian dan kepercayaan yang tinggi untuk mengakui ketidaktahuan Anda.

Namun, yang perlu dicermati ialah jangan sampai secara tidak sadar Anda mengaku tidak tahu padahal sebenarnya Anda tahu. Lebih celaka lagi kalau Anda tidak tahu bahwa Anda sebenarnya tidak tahu. Kalau Anda ‘berpura-pura tahu’ atau mengatakan tahu dari suatu pertanyaan, tetapi sebenarnya Anda tidak tahu sama sekali, itu artinya Anda ’sok tahu’ alias ’sok keminter’.

Lantas bagaimana kalau Anda mengatakan ‘tidak tahu’, tetapi sebenarnya Anda tahu? Nah ini lain lagi. Tergantung konteks dan substansi dari pertanyaannya. Kalau hal itu menyangkut privasi seseorang atau hal-hal yang tidak perlu diketahui orang lain, Anda berhak diam atau mengatakan tidak tahu.

Ada hal yang perlu orang lain ketahui dan ada pula yang tidak. Namun bila Anda diberi pertanyaan dan kemudian Anda mengatakan ‘tidak tahu’, padahal sebenarnya jawaban yang Anda ketahui tersebut orang lain berhak tahu, mohon maaf, Anda telah melakukan dua kesalahan. Yang pertama, Anda telah berbohong. Yang kedua, Anda menyembunyikan fakta yang seharusnya diketahui orang lain.

Kalau memang Anda tidak tahu akan suatu jawaban, segeralah cari tahu jawaban tersebut. Karena secara tidak sadar Anda sedang dalam proses belajar dalam mencari jawaban tersebut. Anda harus sadar, Anda mempunyai keterbatasan dalam pengetahuan yang Anda miliki. Gunakan selalu pengetahuan Anda untuk hal-hal yang positif. Dan, jangan lupa, untuk selalu mencari tahu akan hal-hal yang memang Anda perlu ketahui, khususnya dalam pekerjaan yang Anda lakukan. Dengan demikian, Anda terhindar dari hal-hal yang tidak Anda ketahui lalu

berpura-pura tahu. Sok tahu sepertinya bukanlah jalan yang terbaik.

(Sumber: “Saya Tidak Tahu” oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta)


Rapat Konsolidasi KKPI 2008

26 Januari 2008

Rapat Konsolidasi KKPI yang berlangsung dari tanggal 24-26 Januari 2008 di gedung Nakula SGB VEDC Malang diikuti oleh:
- Bagiono, Khalid Mustafa, Cucu Sukmana (BPKLN Depdiknas Jkt)
- Wahyu Sakti (UM Malang)
- Romi Satria Wahono (IlmuKomputer.com)
- Wismanu, M. Rafie, Hendri MS, Siyamta, Siswati, Endah (VEDC Malang)
- Djoko Parwanto (Pengembang KKPI)
Ada beberapa hal yang dibahas dalam acara tersebut antara lain :


1. Penyebutan nama Pusat Pengembang KKPI VEDC Malang diusulkan diubah menjadi Sentra KKPI VEDC Malang

2. Mengingat perkembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan informasi sangat berkembang, maka pembuatan Modul KKPI Edisi 2008 diusulkan untuk segera dilakukan dengan menambahkan beberapa informasi tentang:

  • Pemanfaatan perangkat mobile phone sebagai sarana untuk mengelola informasi
  • Informasi mengenai jenis-jenis koneksi ysng dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat mobile phone (seperti GPRS, CDMA, dan 3G)
  • Instalasi perangkat pendukung koneksi dengan memanfaatkan perangkat mobile phone (kabel data, bluetooth, dan infra merah)
  • • Pengembangan materi tentang pengelolaan informasi (Romi)

3. Mempertibangkan penerbitan Buku KKPI dengan kemasan khusus, mengingat tidak semua sekolah yang membutuhkan modul KKPI belum bisa mendownload dari internet dan ada kalanya membaca materi dari buku lebih efektif daripada membaca di komputer

4. Sentra KKPI VEDC Malang harus menyertakan lisensi terhadap semua dokumen yang dikeluarkan.

5. mempercepat penyebaran informasi tentang KKPI, dapat dilakukan beberapa cara antara lain:

  • menempatkan situs KKPI pada server di sentra data yang stabil
  • seluruh dokumen KKPI dalam bentuk softcopy dan hardcopy dibuka untuk umum, kecuali dokumen ujian daring (online)
  • membudayakan menulis sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan KKPI melalui blog

6. Segera dilaksanakan rakor KKPI 2008 yang membahas antara lain sertifikasi ulang bagi instruktur dan asesor


Sertifikasi Asesor KKPI Angkatan 24

26 Januari 2008

Sertifikasi Asesor KKPI angkatan 24 yang dilaksanakan mulai tanggal 22-28 Januari 2008 di VEDC Malang diikuti 16 peserta dari 10 lembaga (SMK dan Perguruan Tinggi)Berikut daftar nama calon Asesor KKPI:

 

  1. AGUS HUSNA gust_wb@yahoo.com
  2. AGUS ADIBIL MUHTAR S.Pd.Si billy_muhtar@yahoo.com
  3. ALGAMAR, S,Si algamar78@yahoo.com
  4. DEVI KAROLITA, S.Kom devi_karolita@yahoo.com
  5. DADANG PRIYANTO, M.Kom dadang_tetis@yahoo.com
  6. Drs.JADIAMAN PARHURIP,M.kom jadiaman@yahoo.com
  7. IKA SETYAWATI ika_s2003@yahoo.com
  8. ENNY DWI OKTAVIYANI, ST nonie031081@yahoo.com
  9. EKA PERMANA, ST akasemiksbg@yahoo.com
  10. DYAN NURYAHYA mio3360_lover@yahoo.com
  11. EDY SUPRYADY anditya_tik@yahoo.com
  12. DJAROT NUGROHO mbahdj@yahoo.com
  13. NOEN KAMAL M noen.kamal@gmail.com
  14. ROSNAWATI RAHMAN sweety_yellowus@yahoo.com
  15. SAMSI, Spd

Adapun kegiatan yang dilaksanakan selama kegiatan antara lain: penjelasan tentang, sertifikasi KKPI, pengembangan modul dan soal, praktek mengajar, ujian teori dan praktek setiap modul. Selain itu para peserta ujian kesabaran karena ujian yang diikuti sifatnya online (random soal & random jawaban). Soooo ujian kesabarannya dimana? Hari ini di VEDC sdh 3 kali mati lampu artinya koneksi terputus dan ujian pun terputus, dengan demikian peserta harus menunggu koneksi dan berharap soal yg dilayar komputer tidak berubah…., aduh…. maaf ya…PLN tdk kordinasi kalau mau matikan lampunya dan jalur lisrtrik yang dilewati intranet VEDC tidak semua ber-UPSApa ya! yang dilakukan saat mati lampu? Foto bersama aja dehh…, kebetulan pada saat ujian juga berlangsung rapat Konsolidasi KKPI yang ikuti oleh Tim KKPI


Tim KKPI yang terlihat di foto Bagiono DS, Khalid Mustafa, Rafie, Wahyu Sakti Farid Zurniawan, Romi SW (ilmukomputer.com)


Beginilah kondisi ruangan dan peserta pada saat ujian online berlangsung

 


Kekuatan Pikiran

15 Januari 2008

Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, “Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. Maka belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?”. Sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.

Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orangtuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orangtua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.

Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.

Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. “Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satu pun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan.”

Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.

Pembaca yang budiman,
Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak disertai dengan pengertian benar! Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, yakni you are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan! Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai! Karena itu, kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.

Salam Sukses Luar Biasa!!!!

(Sumber: Kekuatan Pikiran oleh Andrie Wongso)


I Love Monday!!!!

15 Januari 2008

“Adanya tujuan memberikan alasan bagi kita untuk bangun setiap pagi” — Heather Hennessey, usia 15 tahun

Weekend telah berlalu. Kini, datanglah hari Senin. Hari yang semestinya bisa mengggelegakkan semangat. Maklum, hari baru, haruslah semangat pun baru. Namun, yang terjadi, sesungguhnya kita disuguhkan sebuah rutinitas yang menjengkelkan. Terbayang jalanan macet dan pekerjaan menumpuk menanti di depan mata. Banyak orang menarik napas ketika hari Senin datang kembali.

Dapat dimaklumi, bila banyak orang menyambut hari Senin dengan rasa malas. Sebuah studi menyatakan bahwa stres yang muncul pada hari Senin terjadi pada jam-jam di awal pekerjaan, yang biasanya dimulai pada pukul 08.00-09.00. Yang bikin runyam, serangan jantung di kantor atau di tempat kerja meningkat pada saat-saat tersebut. Ternyata mayoritas dari mereka mengalami apa yang disebut serangan penyakit hari Senin alias “monday’s disease”.

Kondisi masyarakat di kota-kota besar, terlebih lagi di Jakarta, sangat merasakan betul bagaimana mereka mengalami stres lebih awal lagi. Rumah yang jauh dari kantor, berdesakan di kendaraan umum, atau menghadapi jalanan yang macet merupakan alasan mengapa mereka harus bangun lebih awal dari biasanya. Belum lagi bila musim hujan tiba, jalanan berlubang dan banjir sudah terbayang di depan mata.Konon, penyakit di hari Senin zaman dulu umumnya menimpa para buruh penyortir bulu domba atau wol. Para buruh penyortir wol pada awalnya memang sudah mengidap alergi, di mana serangan asmanya kumat setiap kali mulai masuk kerja setelah sehabis libur, yakni hari Senin. Karena merasa dirinya tersiksa oleh beban penyakit yang dideritanya, sehingga setiap hari Senin, ketika mulai bekerja kembali mereka berteriak, “I Hate Monday!”

Jelas ada perbedaan terhadap tingkat stres yang dialami para pekerja saat ini. Apakah stres menghadapi hari Senin hanya dialami pekerja saja? Ternyata kebencian terhadap hari Senin tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak kecil pun merasakan hal yang sama.

Tak heran bila kelompok musik Boomtown Rats, dimana vokalisnya Bob Geldof, membuat lagu `I Don’t Like Monday’, lagu yang berkisah mengenai kebencian seorang anak ketika hari Senin telah tiba. Bob Geldof terkenal dengan konser Live Aid-nya yang ditujukan untuk membantu kelaparan di Ethiopia dan terlihat marah ketika tahu kaset rekamannya dibajak oleh perusahaan kaset Indonesia.

Fenomena “penderitaan di hari Senin” dapat juga menimbulkan peluang bisnis. Sebuah kafe di Jakarta membuat acara `I like Monday’ dengan penulisan `I don’t like Monday’ dengan coretan di kata `don’t’. Beberapa bioskop juga membuat program `Nomat’ alias nonton hemat. Harga karcis diturunkan agar dapat menampung lebih banyak penonton. Donald Greeley, psikolog di Carle Clinic’s Sleep Laboratory di Urbana, Amerika Serikat mempunyai saran bagaimana menyiasati agar Hari Senin dapat dilalui dengan menyenangkan:

1. Bayangkanlah hal-hal yang menyenangkan
Ketika Anda tidur di hari Minggu malamnya, bayangkanlah hal-hal yang menyenangkan keesokan harinya. Judith Harlan, seorang penulis mengatakan, “Bersenang-senang berarti menikmati setiap hari. Bersenang-senang berarti menatap ke atas langit dan menarik napas dalam-dalam hanya karena rasa enak.” Sebelum tidur, anda bisa membayangkan akan mendapatkan uang, bertemu teman lama yang menyenangkan atau hal-hal menyenangkan lainnya. Jangan membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan, misalnya pekerjaan yang bertumpuk, jalanan macet, atau hal-hal rumit lainnya.
2. Makanlah yang cukup
Persiapkan diri Anda sebelum berangkat dengan gizi yang memadai. Sarapanlah yang cukup, agar dapat menambah energi Anda. Jika Anda harus minum kopi, minumlah secukupnya. Menurut penelitian, kafein dapat membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat, meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik. Meminum kopi dapat juga meningkatkan penampilan mental dan memori.

3. Buatlah rencana yang menyenangkan di hari Senin
Agar hari Senin dilalui dengan rasa riang, buatlah rencana-rencana yang menyenangkan hati Anda. Misalnya Anda berencana akan makan siang dengan teman-teman kantor Anda.
4. Gunakan pakaian berwarna cerah
Cara berpakaian bukan hanya menunjukkan siapa orang tersebut, `you are what you wear’. Pemilihan pakaian apa yang akan dipakai bukan hanya mempengaruhi penampilan, tetapi dapat juga mempengaruhi mood bahkan kinerja seseorang. Pakailah pakaian berwarna cerah setiap kali hari Senin tiba, karena warna cerah dapat mengalirkan energi positif dan semangat baru. Dalam buku “Colour Therapy: Pengaruh dan Kekuatan Warna dalam Kehidupan”, dijelaskan bahwa warna tidak hanya dipakai sebagai sebuah estetika atau keindahan semata. Kekuatan pengaruh warna sangat besar terhadap setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar warna dapat mempengaruhi tubuh kita.
5. Persiapan perlengkapan kerja
Jangan lupa agar Anda mempersiapkan segala sesuatunya di hari Senin esok harinya, seperti pakaian, tas kerja, laptop, telepon seluler, agenda, dan sebagainya. Hal ini bertujuan supaya Anda tidak tergesa-gesa dan terburu-buru ketika hari Senin tiba. Bila ada sesuatu barang yang tertinggal, sudah jelas, hal itu akan merusak dan mengganggu mood Anda di pagi harinya.
6. Mulailah pekerjaan dengan kreativitas
Mulailah pekerjaan di kantor yang membutuhkan kreativitas. Kreativitas dapat membangkitkan energi dan semangat Anda bila berada dalam kondisi yang tidak mood.

Jadi ketika Anda bangun di pagi hari, ingatkan diri anda untuk menghargai setiap momen yang ada. Jangan lupa, bahwa weekend tak akan tiba sebelum hari Senin dimulai. Selamat beraktivitas. Selamat memulai aktivitas di hari Senin!

(Sumber: “I Love Monday!” oleh Sonny Wibisono)